Kamis, 22 Maret 2012

Roh Mengenali Para Peziarahnya

Berita Alam Kubur tentang hari roh berkumpul, jangan pernah sedikitpun ragu bahwa ada kehidupan setelah kematian.
Diceritakan oleh salah seorang keluarga Ashim Al Jahdari, para roh berkumpul pada suatu hari tertentu dan mengenali siapa saja yang bertakziah.


Kisahnya.
Dari Ibnu Qoyim yang bersumber dari Muhammad bin husein dari Yahya bin Bustom Al Ashghor dari Masma, seorang keluarga Asyim Al Jahdari, dirinya bertemu dengannya dalam mimpi.

Dalam mimpi tersebut, Ashim bercerita bahwa dirinya bertemu dengan roh lainnya pada suatu waktu. Dalam pertemuan terseut, mereka saling bercerita satu sama lainnya.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,
"Apabila orang yang lewat kuburan saudaranya kemudian memberi salam, maka akan dibalas salam itu, dan dia mengenal siapa yang menyalami. Demikian juga mereka (yang mati) akan menjawab salam orang-orang yang tidak dikenal."

Bertemu dalam Mimpi.
Suatu hari, Muhammad bin Husein yang merupakan keluarga dekat dari Ashim al Jahdari tengah bermimpi bahwa dia melihat Ashim. Padahal almarhum diketahui telah meninggal dunia 2 tahun lamanya. Hal tersebut tentu membuat penasaran dan ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada lamarhum.

"Bukankah Anda sudah meninggal?" tanya kerabat almarhum.
"Benar," jawab Ashim.
"Lalu di mana kamu sekarang ini?" tanya kerabat almarhum lagi.
'Demi Allah, saya ada di dalam taman surga. Saya juga bersama teman-temanku berkumpul setiap Jumat hingga pagi harinya di tempat ini (kuburan) Bakar bin Abdullah al Muzanni. Kemudian kali saling bercerita," kata Ashim.

Kejadian yang dialami oleh kerabat almarhum ini membuatnya semakin penasaran. Soalnya, hal ini merupakan yang pertama kali di alaminya. Oleh karena itu dirinya pun lantas semakin banyak mengajukan pertanyaan.

Mengenal Peziarah.
Walaupun dalam mimpi, kerabat almarhum ini seolah berdialog langsung tanpa perantara.
"Apakah yang bertemu itu jasadnya saja atau rohnya saja?" tanya kerabat Ashim.
"Kalau jasad kami sudah hancur, jadi kami berkumpul dalam roh," jawab Ashim.
"Apakah kalian mengenal kalau kami itu berziarah kepada kalian?" tanya kerabat Ashim.

"Benar, kami mengetahui setiap sore jumat dan hari sabtu hingga terbit matahari," ujar Ashim.
Kerabat Ashim lantas mengajukan pertanyaan terkahir sebelum tersadar dari mimpinya.
"kalau hari lainnya?" tanya kerabat Ashim.
"Itulah fadhilah hari jumat dan kemuliaannya," jawab Ashim yang kemudian meninggalkan kerabatnya yang tersadar dari mimpi.

Bahkan bukan sore jumat dan hari sabtu saja.
Menurut riwayat Muhammad bin Husein dari Bakar bin Muhammad dari Hasan Al Qoshob berkata bahwa orang-orang yang sudah meninggal dunia mampu mengetahui para peziarah pada dua hari yang mengiringi hari jumat, yaitu hari kamis dan sabtu.
Related Posts Widget for Blogger

Doa Sunan Kudus Usir Wabah Penyakit | Kisah Walisanga

Kisah teladan islami dengan kisah walisanga.
Kali ini dengan kisah Sunan Kudus yang mengembara hingga ke Negeri Arab, kota Makkah. Di sana kedatangan Sunan Kudus disambut dengan sinis oleh penguasa negeri, namun hingga akhirnya beliau mampu mengusir wabah penyakit yang melanda negeri itu.


Kisahnya.
Di dalam riwayat, dikisahkan bahwa Raden Jakfar Shodiq atau Sunan Kudus itu suka sekali dengan pengembaraan dalam hal berdakwah, baik ke tanah Hindustan maupun ke tanah suci Makkah.

Sewaktu berada di Makkah, beliau menunaikan ibadah haji, dan kebetulan sekali di sana ada wabah penyakit yang sulit untuk di atasi. Penguasa negeri mengadakan sayembara bagi siapa saja yang berhasil melenyapkan wabah penyakit itu akandiberi hadiah harta benda yang cukup besar jumlahnya.

Sudah banyak yang mencoba, namun tak membuahkan hasil sama sekali.
Pada suatu hari, Sunan Kudus menghadap penguasa negeri itu, namun kedatangannya disambut dengan sinis sekali.

Disambut Sinis
"Dengan apa Tuan akan melenyapkan wabah penyakit di negeri ini?" tanya sang Amir.
"Dengan doa," jawab Sunan Kudus.
"Kalau hanya dengan doa, kami sudah puluhan kali melakukannya. DI Tanah Arab ini banyak sekali para ulama dan Syeik ternama, tapi mereka tak pernah berhasil mengusir wabah ini," jelas sang Amir.

"Saya mengerti, memamng Tanah Arab ini gudangnya para ulama. Tapi jangan lupa ada saja kekurangannya sehingga doa mereka tidak terkabulkan," ujar Sunan Kudus.
"Hmmm..sungguh berani Tuan berkata demikian," kata sang Amir dengan nada berang.
"Apa kekurangan mereka," tanya sang Amir.

"Anda sendiri yang menyebabkannya," kata Sunan Kudus dengan tenangnya.
"Anda telah menjanjikan hadiah yang menggelapkan mata hati mereka sehingga doa mereka tidak ikhlas. Mereka berdoa hanya karena mengharap hadiah bisa jadi," jelas Sunan Kudus lebih lanjut.

Sang Amir pun terbungkam seribu bahasa dengan jawaban yang diberikan oleh Sunan Kudus.

Dengan Doa Wabah Penyakit Hilang
Akhirnya Sunan Kudus dipersilahkan melaksanakan niatnya.
Kesempatan itu tidak disia-siakan. Secara khusus Sunan Kudus berdoa dan membaca beberapa amalan. Dalam tempo singkat, wabah penyakit yang menyerang negeri Arab telah menyingkir. Bahkan beberapa orang yang menderita sakit keras secara mendadak langsung sembuh.

Bukan main senangnya hati sang Amir.
Rasa kagum mulai menjalar di hatinya. Hadiah yang dijanjikannya bermaksud diberikan kepada Sunan Kudus, namun Sunan Kudus menolaknya dengan halus sekali.

Sunan Kudus hanya meminta sebuah batu yang berasal dari Baitul Maqdis. Sang Amir pun mengijinkannya. Batu itu pun dibawa ke Tanah Jawa, dipasang di pengimaman Masjid Kudus yang didirikannya sekembali dari Tanah Suci.

Rakyat Kota Kudus pada waktu itu masih banyak yang bergama Hindu dan Budha.
Para wali mengadakan sidang untuk menentukan siapakah yang pantas berdakwah di Kota Kudus. Pada akhirnya, Sunan Kudus lah yang terpilih untuk bertugas dakwah di daerah itu.

Itulah kenapa sebabnya Raden Jakfar Sodiq disebut sebagai Sunan Kudus. Karena beliau berdakwah di kota Kudus tersebut.
Related Posts Widget for Blogger

Ahli Puasa dapat Nikmat Kubur

Kita semua tentu sangat ingin mendapatkan nikmat kubur, semoga kita semua bisa meniru amalan-amalan yang ada dalam kisah kubur ini.

Seperti kabar ini, karena semasa hidupnya rajin menjalankan puasa Ramadhan dan diikuti puasa 6 hari di bulan Syawal, seorang muslim mendapatkan nikmat kubur. Ibadah-ibadah itulah yang menjaganya selama di alam Barzah.



Berikut ini Kisahnya.
Sufyan Atstsauri ra mengisahkan bahwa pada saat ia tinggal di Makkah selama 3 tahun, ia pernah mendapatkan peristiwa yang aneh.
Kala itu di antara penduduk Makkah, sebuat saja namanya Abdullah, memiliki ibadah yang sangat istikhomah.

Abdullah selalu datang ke Masjidil Haram pada waktu terik matahari. Dia thawaf dan shalat 2 rakaat, kemudian Abdullah menyalami Sufyan dan kemudian pulang ke rumahnya.
Begitulah kebiasaan Abdullah stiap harinya, sehingga terjalinlah persahabatan yang erat antara mereka.

Istikhamah Beribadah.
Namun, pada suatu siang ahri yang terik, Sufyan tak menemukan Abdullah.
Hingga selepas shalat Ashar, ia tak bertemu Abdullah. Maka timbullah pertanyaan pada dirinya.
"Apa yang terjadi dengan sahabatku Abdullah? Apakah ia sedang sakit?" pikirnya dalam hati.

Berawal dari rasa penasaran itu, akhirnya datanglah Sufyan ke rumah Abdullah.
Dugaan Sufyan ternyata benar, saat itu Abdulah tengah terbaring sakit di ranjangnya. Dalam kondisi yang lemah itu, Abdullah memanggil sahabatnya untuk duduk lebih dekat dengannya sembari mengucapkan sesuatu.

"Apabila aku mati nanti, hendaklah kamu sendiri yang memandikan aku, menshalati aku, lalu kuburkanlah aku dan jangan engkau tinggalkan aku sendirian di kuburan pada malam harinya. Talqinkanlah aku dengan kalimat tauhid ketika Malaikat Munkar dan Nakir menanyaiku," ucap Abdullah.

Sufyan pun menyanggupinya.
Tak lama kemudian, akhirnya Abdullah meninggal dunia. Sufyan sangat sedih telah kehilangan sahabat karibnya itu.
Meski demikian, ia tetap sabar dan ikhlas sembari melaksanakan amanah yang disampaikan almarhum kepadanya.

Setelah itu, Sufyan merawat jenazah Abdullah, sahabat karibnya.
Ia memandikannya, menshalatinya dan kemudian menguburkannya. Pada malam harinya, Sufyan juga menunggu seorang diri di atas makam sahabatnya itu sambil membacakan kalimat talqin.

Nikmat Kubur.
Beberapa saat kemudian, antara sadar dan tidak, Sufyan mendengar suara dari atas.
"Wahai Sufyan, orang tersebut tidak butuh penjagaanmu, talqinmu, dan pelipur lara darimu, karena aku telah mentalqinkannya dan memberinya kesenangan," kata suara tanpa wujud itu.

"Dengan apa engkau menjaganya?" tanya Sufyan.
"Dengan puasa di bulan Ramadhan dan diikuti 6 hari pada bulan Syawal," jawab suara tadi.

Setelah dialog itu, tiba-tiba Sufyan terjaga dan tersadar. Ia kaget karena saat itu ia tidak melihat seorang pun di sekelilingnya. Sufyan masih ragu apakah suara itu berasal dari malaikat atau setan yang berupaya menghasutnya.

Maka dari itu, Sufyan kemudian pergi untuk berwudhu lalu melaksanakan shalat kemudian pergi tidur.
Anehnya, dalam tidur itu ia bermimpi persis seperti kejadian tadi, bahkan kejadian berulang hingga 3 kali.

Maka, kini yakinlah Sufyan bahwa suara itu dari malaikat Allah, bukan dari setan.
Dengan demikian Sufyan mengerti jika sahabatnya itu telah mendapatkan nikmat kubur.
Setelah itu, ia akhirnya pulang sambil berdoa,
"Ya Allah, dengan Anugerah dan Kemuliaan-Mu, berilah aku taufiq agar dapat berpuasa seperti puasa sababatku itu, Amiin." Related Posts Widget for Blogger

Wujud Amal di Alam Kubur

Jika pada masa hidupnya seseorang senantiasa beribadah kepada Allah SWT, maka kelak mereka akan ditemani oleh sesosok yang rupawan dan berbau harum. Sosok itu adalah perwujudan amal saleh yang dilakukannya semasa hidup di dunia.
Sebaliknya, jika semasa hidupnya selalulalai dan ingkar kepada Allah SWT, maka kelak akan ditemani sosok menyeramkan yang berbau busuk.

Semua kisah dipetik dari hadits Rasulullah SAW tentang kubur.

Kisahnya.
Kehidupan di alam kubur atau alam Barzah adalah benar adanya.
Kelak, di alam kubur, setiap manusia akan menjumpai Malaikat Munkar dan Malikat Nakir. Kedua Malaikat itu akan mengajukan pertanyaan kepada si mayat.

Amal Berbau Harum.
Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila ruh telah dikembalikan ke tubuhnya, maka akan datang dua orang malaikat yang berwibawa,mereka adalah Munkar dan Nakir yang akan bertanya,
Siapakah Tuhanmu?, Apakah yang akan kamu katakan kepada lelaki ini, yakni Muhammad? Jika yang meninggal itu orang yang saleh, maka ia akan menjawab, "Allah adalah Tuhanku dan Muhammad adalah utusan Allah dan Al Qur'an adalah diturunkan kepadanya dan aku mengimaninya.'

"Memang benar hambaku itu, maka hendaklah kamu semua hamparkan hamparan dari surga dan pakailah pakaian-pakaian dari surga untuknya, serta bukalah pintu-pintu surga untuknya."
"Maka terbukalah pintu-pintu surga untuknya disertai bau harum dari surga dan kuburnya pun menjadi luas sepanjang mata memandang."

Golongan Bergembira.
Setelah itu datanglah sesosok yang rupawan dengan pakaian indah dan berbau wangi.
Laluia berkata,
"Bergembiralah kamu dengan apa yang menyenangkan kamu."

Mayat itu lalu bertanya,
"Siapakah kamu? Allah SWT mengasii kamu, aku tidak pernah melihat seindah kamu di dunia."

Lalu laki-laki itu menjawab,
"Aku adalah amal salehmu di dunia."

Golongan Bersedih.
Rasulullah SAW bersabda,
"Kalau orang tersebut termasuk dalam golongan yang akan mendapat azab, apabila telah sampai ajalnya, maka malaikat akan turun dari langit dengan membawa pakaian azab, lalu datang malaikat maut duduk di dekat kepalanya dan berkata,
"Keluarlah kamu wahai nafsu yang kahat dan keluarlah dengan kemurkaan Allah SWT."

Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila berpisah ruh dari badannya, maka segala sesuatu yang di langit dan di bumi mengutuknya. Semuanya akan mendengar kutukan tersebut termasuk manusia dan jin.Kemudian malaikat akan membawa ruh tersebut naik ke langit. Apabila mereka telah sampai di langit, maka tertutuplah pintu-pintu langit lalu terdengar suara,
"Pulangkanlah ruh tersebut. Lalu malaikat pun mengembalikan ke kuburnya. Setelah itu datangalah Munkar dan Nakir dengan suara seram, matanya seperti kilat yang menyambar.

Amal Berbau Busuk.
Kemudian malaikat itu duduk sambil bertanya,
"Siapakah Tuhanmu?
"AKu tak tahu," jawab si mayat.

Di waktu yang sama terdengarlah sebuah suara.
"Wahai Munkar dan Nakir, pukul saja orang itu."

Maka Munkar dan Nakir pun memukulnya dengan palu dari besi.
Dengan pukulan tersebut, maka menyalalah api dari kuburan itu. Tak hanya itu, kuburnya pun akan menjadi sempit hingga menghimpit tulang-tulangnya.

Setelah itu, datanglah sosok yang menghampiri si mayat dengan rupa paling buruk dan hina serta baunya sangat busuk.
Laki-laki itu lantas berkata,
"Allah SWT telah membalas kejahatanmu, maka demi Allah tidaklah kamu melakukan suatu kebajikan, tapi kamu senantiasa lalai untuk taat dan senantiasa melakukan kemaksiatan kepada Allah SWT."

Si mayat bertanya,
"Siapakah kamu?"
Laki-laki itu berkata lagi,
"Akulah amal perbuatanmu yang jahat."

Lalu dbukakanlah pintu neraka dan si mayat pun meihat tempat tinggalnya di neraka hingga datangnya hari kiamat.

Air Mata di Puncak Bukit Shafa (kisah Nabi Muhammad SAW)

Kisah islamiah akhirnya bisa hadir kembali, Saudaraku yang seiman.
Kali ini kisah tentang Nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Diambil dari riwayat THABRANI, meriwayatkan kisah sadis, Rasulullah SAW di Bukit Shafa telah disakiti oleh Abu Jahal.

Paman Beliau yang bernama Hamzah sangat marah dan sempat memukul Abu Jahal.

Berikut Kisahnya.
Adalah Abu Jahal yang telah menentang keras ajaran agama baru, yaitu agama Islam. Pada suatu kesempatan, Abu Jahal menghadang Rasulullah SAW di bukit Shafa lalu menyakiti Beliau.
Peristiwa penyiksaan tersebut rupanya disaksikan oleh istri Hamzah. Memang nasib, Hamzah pada waktu itu sedang berburu, yang merupakan pekerjaannya untuk mencari nafkah.

Memang, setelah Hamzah masuk Islam, Rasulullah SAW dan kaum muslimin menjadi lebih dihargai oleh orang-orang Quraisy. Kedudukan mereka menjadi lebih kuat, kaum Quraisy menjadi segan dan tidak berani mengganggu Rasulullah SAW. Mereka tahu bahwa Hamzah pasti melindungi beliau.

Hamzah Amat Marah.
Nah, lanjut lagi, ketika Hamzah sudah pulang ke rumah, dia diberitahu istrinya tentang perbuatan Abu Jahal kepada Rasulullah SAW.
Isri Hamzah berkata,
"Wahai Abu Imarah, seandainya tadi kamu melihat apa yang dilakukan Abu Jahal terhadap keponakanmu?"
Istri Hamzah bercerita ini dan itu, namun belum sempat selesai bercerita, Hamzah segera pergi tanpa masuk rumah dan dalam keadaan masih seperti ketika dia berburu.
Busur masih tergantung di lehernya, dia segera menuju Ka'bah.

Di sana, Hamzah mendapati sekolompok orang-orang Quraisy dan salah satunya adalah Abu Jahal. Tanpa basa basi lagi, Hamzah langsung mengayunkan busur panahnya ke kepala Abu Jahal hingga berdarah. Karena serangan mendadak tersebut, orang-orang Quraisy memegang Hamzah dengan kuatnya.
Hamzah berkata,
"Agamaku adalah agama Muhammad. Aku bersaksi bahwa dia adalah Rasul Allah SWT. Aku tidak akan mundur dari imanku ini. Coba saja halangi aku jika kalian berani. Ayo lawanlah aku."

Orang-orang Quraisy sangat menghormati Hamzah, hingga tak seorang pun yang berani melawannya, termasuk Abu Jahal. Terlihat dalam riwayat Thabrani dari Muhammad bin Ka'ab Al-Qurazhi, Abu Jahal hanya diam saja meski dipukul oleh Hamzah.
Cacian dan makian yang ditujukan kepada Nabi SAW menjadi air mata kaum muslimin kala itu, termasuk paman Nabi, Hamzah r.a.

Ahli Kubur Duduk Berdampingan Bersama Rasulullah

Berita alam kubur malam dengan kisah ahli kubur yang telah mendapat syafaat dari Rasulullah SAW.
Apa gerangan yang dilakukan hingga menyebabkan ahli kubur ini mendapat syafaat Nabi SAW.

Seorang ulama bermimpi bertemu Rasulullah SAW bersama seorang pemuda. Kemudian ulama itu diberitahu Nabi Muhammad SAW bahwa si pemuda ini selalu membaca shalawat kepadanya ketika masih hidup.

Kisahnya.
Pada zaman dahulu ada seorang sudagar kaya raya.
Ia memiliki dua orang anak, sedangkan ibunya telah meninggal dunia terlebih dahulu. Pada suatu saat, saudagar kaya ini sakit keras, hingga menjelang sakaratul maut, ia mewariskan harta benda yang melimpah dan tiga helai rambut milik Rasulullah SAW kepada dua anaknya.

Setelah ayahnya meninggal dunia, maka dua putra kakak beradik itu membagi harta warisan peninggalan orang tuanya menjadi dua bagian sama persis besarnya. Setelah itu, mereka hendak membagi rata tiga helai rambut Rasulullah SAW itu.

"Bagaimana dik jika kita potong satu helai rambut ini sehingga masing-masing dari kita mendapatkan satu setengah helai ramut Rasulullah SAW," ujar sang kakak.

Mendapat tawaran dari sang kakak itu, adiknya merasa sayang jika harus memotong rambut Rasulullah SAW. Ia ingin menghormati kedudukan Rasululah SAW sebagai Rasul panutan yang baik.
"Aku keberatan dengan ajakan itu," ujar adiknya.
"Kalau begitu, maukah engkau mengambil seluruh rambut Rasulullah SAW dan seluruh harta warisan peninggalan ayah aku ambil semua sehingga aku tidak akan memberi sedikitpun kepadamu?" ujar sang kakak yang mulai rakus.

Si Adik Selalu Membaca Shalawat.
Setelah berpikir sejenak, sang adik menyetujui pendapat kakaknya.
"Baiklah, aku setuju dengan usulanmu itu. Ambillah semua harta peninggalan ayah ini," ujar adiknya yang dikenal sebagai anak saleh tersebut.

Setelah itu, adiknya memasukkan tiga helai rambut Rasulullah SAW ke dalam saku bajunya. Rambut itu selalu dibawanya kemana saja ia pergi. Sekali waktu, rambut itu dikeluarkan dari sakunya lalu diciumnya dengan membaca shalawat untuk Rasulullah SAW.

Dalam waktu yang relatif singkat saja, ternyata bacaan shalawat itu membawa berkah sehingga usaha yang dirintisnya sukses. Ia pun menjadi kaya dengan harta yang melimpah, sedangkan kakaknya yang memilih seluruh harta warisan akhirnya habis dan menjadi miskin.

Syafaat Rasulullah SAW.
Pada suat saat, banyak warga yang bersedih ahti karena adiknya meninggal dunia.
Pada suatu malam, salah seorang ulama di negeri itu mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Dalam mimpi itu, ulama tersebut melihat pemuda yang meninggal dunia tersebut duduk berdampingan bersama Nabi SAW.

"Wahai Rasululah SAW, siapakah pemuda itu?" tanya ulama dalam mimpinya.
"Ia adalah hamba Allah SWT yang telah mendapat syafaatku," jawab Rasulullah SAW>
"Kenapa bisa demikian, aku juga ingin syafaatmu," tanya ulama itu.
"Selama hidupnya, pemuda ini sering mengirimkan shalawat kepadaku," jawab Nabi SAW.

Akhirnya ulama tersebut terbangun.
Mimpi tersebut telah membuat sang ulama tak henti-hentinya mengajak para muslimin muslimat untuk membaca shalawat setiap harinya agar mendapat syafaat seperti pemuda tersebut.

Nabi Adam pun Bershalawat kala Berdosa

Sungguh kejadian yang sangat luar biasa ketika Nabi Adam as ternyata juga mengucapkan shalawat Nabi kala sedang berdosa.

Hal ini dibuktikan oleh hadits Rasulullah SAW.

Kisahnya.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,
"Ketika Nabi Adam as telah berbuat dosa dengan yang telah dilakukannya itu, ia mengangkat kepalanya ke langit sambil berdoa."

Nabi Adam as berkata,
"Aku bermohon demi hak Muhammad, ampunilah dosaku."

Mendengar doa Nabi Adam as, Alloh SWT mewahyukan kepada Adam.
Alloh SWT bertanya,
"Siapa Muhammad itu?"
"Maha Mulia AsmaMu, dan di situ tertulis Laa Ilaaha Illallooh Muhammad Rosulullah," jawab Adam as.

Adam berkata lagi,
"Dari situ, maka tahulah aku bahwa tidak ada seorang pun yang lebih besar kedudukannya di hadapanMu selain orang yang namanya bersama namaMu."

Alloh SWT mewahyukan kepada Adam,
"Hai Adam, sesungguhnya ia adalah Nabi yang terakhir dari keturunanmu. Kalau tidak ada dia, Aku tidak menciptakan kamu."

Wallohu A'lam...
Related Posts Widget for Blogger